Luwuk – Asyik Hirup Lem di Kegiatan Pramuka, 15 Pelajar SMP Dapat Pembinaan dari Polisi. Sebanyak 15 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Luwuk, Sulawesi Tengah, kedapatan menghirup lem Fox saat kegiatan pramuka di lingkungan sekolah pada Sabtu (1/11/2025).
Peristiwa tersebut terungkap setelah guru dan pihak kepolisian melakukan pemeriksaan mendadak di lokasi kegiatan. Para siswa yang masih berusia remaja itu diketahui menggunakan lem untuk menciptakan halusinasi hingga mabuk.
Menindaklanjuti temuan itu, pihak sekolah bersama aparat kepolisian melakukan pembinaan terhadap seluruh siswa yang terlibat pada Senin (3/11/2025). Dalam kegiatan pembinaan tersebut, para siswa mendapatkan teguran langsung di hadapan guru dan orang tua mereka agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Para siswa yang masih berusia remaja itu diketahui menggunakan lem untuk menciptakan halusinasi hingga mabuk. “Setelah diberikan pembinaan, orang tua diminta setiap jam 20.00 Wita untuk melapor bahwa anak ada di rumah,” tutur Bhabinkamtibmas, Aipda Seprianto. Peristiwa tersebut terungkap setelah guru dan pihak kepolisian melakukan pemeriksaan mendadak di lokasi kegiatan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar orang tua ikut mengawasi aktivitas anak di luar jam sekolah, terutama pada malam hari. “Siswa kita adalah masa depan dan generasi penerus bangsa yang harus selalu kita jaga, demi mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya. Sementara itu, Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar, mengimbau seluruh orang tua dan guru agar lebih memperhatikan lingkungan pergaulan anak-anak di usia remaja.
Baca Juga : PT Kurnia Luwuk Sejati Siapkan Empat Ambulance Gratis Layani Masyarakat Banggai

“Siswa kita adalah masa depan dan generasi penerus bangsa yang harus selalu kita jaga, demi mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.“Setelah diberikan pembinaan, orang tua diminta setiap jam 20.00 Wita untuk melapor bahwa anak ada di rumah,” tutur Bhabinkamtibmas, Aipda Seprianto.
Sementara itu, Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar, mengimbau seluruh orang tua dan guru agar lebih memperhatikan lingkungan pergaulan anak-anak di usia remaja. Polisi juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan lem atau zat berbahaya lain dapat berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan berpotensi merusak masa depan pelajar. Pihak sekolah berencana memperketat pengawasan kegiatan ekstrakurikuler dan memberikan edukasi tambahan mengenai bahaya zat adiktif di kalangan siswa.





