, ,

Basarnas Pos SAR Luwuk dan BPBD Banggai Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Bonebobakal melalui Kegiatan Destana

oleh -352 Dilihat

Luwuk – Basarnas Pos SAR Luwuk bersama BPBD Kabupaten Banggai kembali memperkuat kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Desa Bonebobakal, Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 15.00 wita ini diikuti oleh 4 orang instruktur serta 30 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat dan relawan Destana.Materi utama yang diberikan yaitu Pemindahan Korban & Cedera Alat Gerak (Medical First Responder/MFR), dilanjutkan dengan Simulasi Penanganan Bencana Gempa Bumi bersama masyarakat Desa Bonebobakal.

Pada sesi materi, peserta dibekali pengetahuan dasar dan teknik penanganan korban yang mengalami cedera alat gerak, termasuk cara pemindahan yang aman dan tepat sesuai prosedur pertolongan pertama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, didukung personil dan peralatan yang lengkap serta dalam kondisi aman.

Melalui pelaksanaan materi dan simulasi ini, Basarnas Pos SAR Luwuk dan BPBD Banggai berharap masyarakat semakin siap, sigap, dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. “Kami dari Basarnas Pos SAR Luwuk sangat mendukung kegiatan Destana ini. Semoga materi yang diberikan dapat membantu masyarakat Desa Bonebobakal lebih siap dan mampu melakukan pertolongan awal saat terjadi bencana.” Ujar Liberatus, Koordinator Pos SAR Luwuk.

Instruktur berjumlah empat orang, namun mereka membawa pendekatan yang tegas dan langsung: bagaimana memindahkan korban dengan aman, mengenali cedera alat gerak, dan memberikan pertolongan pertama berbasis standar Medical First Responder (MFR). Penjelasan teknis disertai demonstrasi, lalu diuji dalam skenario gempa bumi yang melibatkan seluruh peserta.

Baca Juga : Rektor Unismuh Luwuk Minta Alumni FKIP Jadi Visioner

Basarnas Pos SAR Luwuk
Basarnas Pos SAR Luwuk

Lapangan desa mendadak berubah menjadi zona simulasi: warga berperan sebagai korban, relawan lainnya bergerak cepat membawa tandu, memasang bidai, dan mengevakuasi penduduk menuju titik aman. Tidak ada dramatik palsu — hanya pengulangan prosedur yang harus menjadi refleks ketika bencana benar-benar datang.

Menurut penyelenggara, seluruh sesi berlangsung aman dan tertib, didukung peralatan lengkap dan kesiapan personel. Namun esensi dari kegiatan ini jauh melampaui satu hari pelatihan. “Kami dari Basarnas Pos SAR Luwuk sangat mendukung kegiatan Destana ini. Semoga materi yang diberikan dapat membantu masyarakat Desa Bonebo bakal lebih siap dan mampu melakukan pertolongan awal saat terjadi bencana,” ujar Liberatus, Koordinator Pos SAR Luwuk.

Bagi banyak desa di pesisir Banggai, kesiapsiagaan tidak lagi sekadar program pemerintah — melainkan kebutuhan paling realistis ketika jarak, topografi, dan waktu tanggap menentukan hidup-mati. Pelatihan seperti ini memberi harapan bahwa ketika gempa berikutnya mengguncang, masyarakat Bonebo bakal tidak hanya menjadi korban: mereka siap menjadi penolong pertama.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.